Yuk Cari Tahu Adab Takziah yang Harus Diperhatikan Umat Muslim

Yuk Cari Tahu Adab Takziah yang Harus Diperhatikan Umat Muslim

Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban untuk saling membantu dan saling menguatkan sesama yang sedang terkena musibah. Salah satu caranya yaitu dengan melayat yang sedang berduka karena kehilangan anggota keluarganya (meninggal).

Kegiatan melayat ini biasa disebut dengan takziah, artinya yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menguatkan saudara, kerabat, atau siapapun yang ditinggalkan almarhum / almarhhumah. Bukan hanya melayat, tapi juga mendoakan jenazah tersebut.

Pengertian Takziah

Sebelum menjelaskan mengenai adab bertakziah, kami akan memberikan sedikit penjelasan tentang pengertiannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, takziah  berarti kunjungan untuk memberi pernyataan belasungkawa.

Secara bahasa, kegiatan ini memiliki arti menguatkan. Sedangkan secara istilah, kegiatan ini berarti menganjurkan seseorang untuk bersabar atas masalah / beban yang menimpanya, mendoakan ampunan bagi jenazah juga orang / keluarga yang ditinggalkan.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama, menghibur keluarga yang ditinggalkan, serta meringankan kesusahan keluarga yang ditinggalkan, misalnya dengan membantu mempersiapkan kebutuhan selama pengurusan jenazah.

Sesama umat muslim, kamu dianjurkan untuk membantu prosesi penguburan jenazah. Prosesi tersebut menunjukkan penghormatan agama Islam terhadap manusia, mulai dari memuliakannya selama hidup, dan mengkafani, menyalatkan, serta menguburkannya dengan sangat layak ketika manusia meninggal dunia.

Dengan bertakziah, seseorang pastinya akan mendapatkan pahala, sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW: “Tak seorang mukmin pun bertakziah yang ditimpa musibah, kecuali akan diberikan pakaian kebesaran oleh Allah SWT di hari kiamat kelak”. (Hadist Riwayat Ibnu Majah).

Adab Bertakziah

Mungkin sebagian dari kamu bertanya-tanya, apa sih hukum takziah? Hukumnya adalah sunah, namun diberi Batasan waktu yakni 3 hari 3 malam. Hal ini bertujuan agar tidak membangkitkan kembali orang yang terkena musibah.

Dalam melakukan kegiatan ini, sudah pasti ada etika atau adab yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu:

  1. Tidak mengenakan pakaian yang berlebihan / mencolok, sebaiknya gunakan pakaian yang berwarna gelap, sopan, dan sederhana.
  2. Menyampaikan ucapan turut berdukacita / belasungkawa kepada saudara yang ditinggalkan. Tak lupa mengucapkan doa dan ampunan untuk orang yang meninggal juga keluarganya.
  3. Hindari topik pembicaraan yang bisa menyebabkan keluarga jenazah mengalami kesedihan / bersedih.
  4. Tidak bercanda atau tertawa terbahak-bahak.
  5. Ikut menyalati jenazah serta mengantarnya sampai makam.
  6. Membawakan makanan untuk keluarga yang ditinggalkan.
  7. Tidak membuka aib / membicarakan keburukan jenazah ataupun keluarganya.

Itu dia pengertian serta adab bertakziah yang harus diperhatikan oleh umat Islam. Pengetahuan tentang takziah ini bisa juga diberikan orang tua kepada anaknya ketika melakukan konsep parenting islami.

Adab-adab bertakziah memang harus ditanamkan sejak usia anak-anak. Hal ini supaya ketika dewasa kelak ia akan mengerti. Perlu diketahui bahwa bertakziah bukan hal yang rutin dilakukan melainkan berupa hal yang mendadak.

Apabila sudah mengetahui ilmunya, anak tidak akan bingung ketika suatu saat harus melakukan hal tersebut.

Related Post