Slow Travel Apa Itu?

Slow Travel Apa Itu?

Traveling ke suatu tempat baru, menikmati berbagai macam keindahan, mencicipi berbagai kuliner dan mengenal budaya daerah yang pasti mencari suasana baru yang bisa menyegarkan pikiran setelah sepekan bekerja. Tapi pernahkah kamu justru merasa lelah setelah pulang liburan sampai kamu sakit dan menggunakan manfaat diffuser untuk meringankan sakitmu? Padahal tadinya kamu berharap berlibur akan membuat lebih segar dan bersemangat. Kalau kamu mengalami itu? Mungkin kamu bisa mencoba slow travel, apa sih manfaat slow travel?

Pengalaman lebih sempurna

Apabila kamu pernah berwisata sebelum nya, kamu biasanya mempunyai jadwal yang cukup padat. Slow travel membantu wisatawan terhubung dengan lebih baik dengan tempat wisata. Dengan metode slow travel memungkinkan kamu untuk bertemu lebih banyak penduduk setempat, mendapatkan lebih banyak pengalaman otentik, dan mempelajari lebih lanjut tentang sejarah dan budaya destinasi Anda.

Lebih murah

Transportasi seringkali menjadi bagian perjalanan yang paling mahal. Lebih sedikit perjalanan berarti menghabiskan lebih sedikit uang. kamu juga akan sering menerima diskon bila menginap dalam jangka panjang di akomodasi tertentu.

Meminimalisir stress

Dengan slow travel, kamu memiliki lebih banyak waktu, lebih banyak relaksasi, kesempatan untuk lebih banyak rutinitas dan, tanpa diragukan lagi, lebih sedikit stres.

Spontanitas

Slow Travel akan menjamin pengalaman perjalanan yang sangat personal dan unik. Tanpa terburu-buru untuk mendatangi tempat wisata terbaik, kamu akan memiliki lebih banyak waktu untuk mencari jenis pengalaman lainnya. Ini memungkinkan kamu untuk mencari hal yang unik dari tempat wisata yang biasa kamu kunjungi atau hanya membiarkan pengalaman unik bermain sendiri tanpa terburu-buru ke tempat berikutnya.

Ramah Lingkungan

Kamu bisa mempertimbangkan efek lingkungan dari perjalanan. Semakin sedikit tujuan perjalanan, semakin sedikit jejak karbon yang dihasilkan. Selain itu, pesawat lebih berbahaya bagi lingkungan daripada kereta api, kereta api lebih berbahaya bagi lingkungan daripada sepeda, dll.

Pastikan untuk memilih dengan bijak, apakah akan melakukan perjalanan seperti turis pada umumnya atau memilih untuk menemukan esensi lain yang lebih intim dengan kebudayaan sekitar. Perlu diingat bahwa slow travel adalah pola pikir dan bukan sebuah destinasi, lakukanlah perencanaan secara matang sebelum benar-benar melakukannya. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mencoba slow travel di perjalananmu selanjutnya?

Related Post