Fotografi: Salah Satu 16 Subsektor Ekonomi Kreatif yang Peminatnya Banyak

Fotografi: Salah Satu 16 Subsektor Ekonomi Kreatif yang Peminatnya Banyak

Mungkin kamu menyadari bahwa seni fotografi akhir-akhir ini semakin diminati oleh masyarakat. Bahkan fotografi menjadi salah satu 16 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki sumbangsih besar. Kemudahan teknologi yang diberikan saat ini membuat perkembangan fotografi semakin terlihat.

Subsektor ekonomi kreatif fotografi tidak hanya sekedar kegiatan memotret saja, melainkan bagaimana proses mengambil gambar agar memiliki nilai estetik. Saat ini, sebuah smartphone pun kerap kali digunakan sebagai alat fotografi. Meski memiliki keterbatasan, namun gambar yang dihasilkan cukup bagus.

Pengertian Fotografi

Secara bahasa, fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Photos” dan “Grafo”. Photos memiliki arti cahaya atau sinar, sedangkan grafo berarti melukis. Fotografi merupakan suatu metode memotret gambar yang memanfaatkan pantulan cahaya yang mengenai objek utama.

Dalam ilmu fotografi, terdapat istilah “segitiga fotografi” untuk menghasilkan tangkapan gambar yang baik. Setiap komponen dalam segitiga fotografi ini berkaitan dengan cahaya yang masuk dan berinteraksi dengan lensa kamera.

Ketiga komponen dalam segitiga fotografi tersebut adalah ISO (sensitivitas cahaya yang masuk ke dalam sensor), Aperture (terbukanya lensa saat memotret gambar), dan shutter speed (durasi waktu sensor terbuka).

Sejarah Fotografi

Fotografi sudah dikenal sejak abad ke 19, yaitu di tahun 1839 di Prancis. Saat itu, pemerintah Prancis menyatakan secara resmi bahwa fotografi merupakan bagian dari kemajuan teknologi. Pada masa itu sebuah rekaman dua dimensi sudah bisa dibuat permanen.

Namun, sejarah fotografi yang paling awal adalah jauh sebelum tahun Masehi. Seorang pria bernama Mo Ti di abad ke-5 SM mengamati suatu gejala. Pada saat itu, ia mengamati dinding ruangan yang terdapat lubang kecil yang merefleksikan secara terbalik pemandangan di luarnya.

Ia adalah orang pertama yang menyadari fenomena Kamera Obscura yang menjadi cikal bakal perkembangan fotografi. Berabad-abad kemudian, banyak yang mengagumi fenomena yang disebut-sebut oleh Mo Ti.

Contohnya pada abad ke-10 SM, Ibnu Al Haitam (Al Hazen) yang berusaha mengembangkan alat penelitiannya yang saat ini dikenal sebagai kamera.

Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia bernama Giambattista della Porta menemukan “Camera Obscura” dalam bentuk benda. Temuannya berupa sebuah kotak yang membantu pelukis di masa itu untuk menangkap bayangan gambar.

Sedangkan nama Kamera Obscura diciptakan tahun 1611 oleh Johannes Kepler. Saat itu, ia berhasil membuat desain kamera portabel yang berbentuk seperti tenda. Di dalam kamera tersebut keadaannya sangat gelap, hanya ada cahaya yang berhasil ditangkap oleh lensa.

Pada keadaan tersebut, di dalam kamera akan membentuk gambar pemandangan di luar tenda di atas selembar kertas.

Alat-Alat dalam Perkembangan 16 Subsektor Ekonomi Kreatif : Fotografi

Fotografi termasuk ke dalam industri kreatif yang berkembacng di Indonesia. Sektor menjadi ladang bisnis yang menjanjikan, misalnya dengan membuka studio foto, model fashion, pembuatan iklan, dokumentasi acara, model majalah, jurnalistik, prewedding, dan lain-lain.

Adapun alat-alat fotografi yang berkembang dari waktu ke waktu adalah sebagai berikut:

1. SD Card Pengganti Film

Alat-alat yang digunakan fotografi semakin canggih seiring berkembangnya zaman. Misalnya dahulu kamera masih bersifat analog sehingga membutuhkan film. Sedangkan sekarang sudah muncul kamera digital yang menggunakan media penyimpanan SD Card.

2. Camera Action

Selain itu, munculnya camera action dari berbagai merek membuktikan perkembangan fotografi yang tidak perlu diragukan. Disebut kamera “action” karena memungkinkan penggunanya untuk mengambil gambar-gambar di kondisi ekstrim.

Bahkan bisa juga digunakan di dalam air. Selain itu, saat ini kita mengenal alat bernama drone yang bisa terbang untuk mengambil gambar. Jadi, objek di ketinggian tertentu menggunakan drone ini dengan memanfaatkan high angle.

Masih banyak alat bantu fotografi lainnya yang dapat membuat hasil fotografi lebih menarik dan berkelas. Misalnya alat penyangga kamera berupa tripod, reflektor (pemantul cahaya), flash (pembuat cahaya), filter (penyaring cahaya), dan masih banyak lagi.

3. Drone

Apakah kamu sudah pernah mendengar drone sebagai alat bantu fotografi? Alat ini begitu fenomenal dan merupakan teknologi canggih. Drone merupakan kendaraan udara yang menyerupai pesawat terbang, namun pengoperasiannya tanpa awak.

Dahulu, penggunaan pesawat nirawak memang hanya di bidang militer untuk memantau musuh dari udara. Khususnya di daerah konflik sehingga membuatnya rawan. Namun, drone saat ini menjadi hobi baru dan tidak hanya digunakan di bidang militer.

Bahkan drone banyak digunakan berbagai kalangan, mulai dari kalangan mahasiswa hingga profesional. Drone juga banyak digunakan untuk pembuatan film. Hal ini karena kemampuannya untuk mengambil gambar di ketinggian tertentu.

4. Alat Bantu Lainnya

Masih banyak alat bantu fotografi lainnya yang dapat membuat hasil fotografi lebih menarik dan berkelas. Misalnya alat penyangga kamera berupa tripod, reflektor (pemantul cahaya), flash (pembuat cahaya), filter (penyaring cahaya), dan masih banyak lagi.

Drone sebagai Alat Fotografi Masa Kini

Bagi kaum milenial, drone menjadi salah satu gadget populer untuk memotret gambar yang menarik dari ketinggian. Selain itu, mereka juga menggunakannya untuk merekam suatu kejadian hingga membuat video yang estetik.

Drone fotografi menjadi bagian dari ekonomi kreatif, khususnya sebagai jasa dokumentasi acara dengan memanfaatkan high angle. Tahukah kamu jasa pembuatan video prewedding ternyata memanfaatkan drone, lho.

Selain itu, drone juga digunakan di industri perkebunan untuk memantau keadaan tanaman dari ketinggian. Di industri perfilman tentu tidak perlu diragukan lagi, banyak yang mengandalkan drone untuk mendapatkan angle terbaik.

Oleh karena itu, drone menjadi bagian dari sektor fotografi yang berkembang saat ini. Kini, fotografer tidak perlu naik ke helikopter hanya untuk sekedar mengambil gambar. Cukup gunakan drone yang dilengkapi kamera dan alat pengontrol untuk menghasilkan gambar menakjubkan.

Dengan demikian, biaya dan waktu pun bisa dipangkas besar-besaran. Hal inilah yang menyebabkan para pelaku ekonomi kreatif mendapat profit yang lebih baik.

Fotografi sebagai 16 subsektor industri kreatif memang membuka mata kita bahwa sektor ini sangat potensial. Bahkan perannya tidak bisa dipisahkan dengan sektor lainnya. Jadi, keberadaannya saling berkaitan untuk menciptakan ekonomi kreatif nasional yang lebih baik.

Related Post